Terkadang kita merasa hidup kita sangatlah sulit, tak ada seorangpun yang merasakan hal yang lebih sulit dari apa yang kita tengah rasakan saat ini. Mungkin hampir setiap orang pernah merasakan hal yang sama seperti apa yang aku ungkapkan tadi. Saat menghadapi masa- masa sulit seperti ini memang sering terlintas fikiran-fikiran negatif. Mulai merasa paling sedih, paling menderita, paling tersiksa di dunia, terkadang terlintas fikiran untuk menyerah dan mengambil jalan pintas lari dari masalah.
Tanpa aku sadari masih banyak orang di luar sana yang lebih terpuruk dan mempunyai masalah yang jauh lebih rumit dari apa yang aku rasakan saat ini. Lari tidak akan menyelsaikan masalah, kita hanya akan berjalan berputar dan kembali ke depan pintu yang sama dan tetap tidak akan bisa membuka pintu itu. Mengahiri hidup bukan pilihan orang yang sehat, mungkin karena saking terpuruknya sampai ada selintas fikiran sejauh itu. Diam hanya akan membuat kita terjebak dan terus merasakan hal yang sama setiap harinya.
Lalu apa yang harus dilakukan ?? Bukan munafik, tapi satu-satunya jalan ya menghadapi masalah itu dengan semampu kita. Terlepas apakah kita dapat melaluinya dengan baik atau mungkin akan gagal setidaknya kita sudah mencoba dan mendapatkan hasilnya.
Memang akan lebih mudah jika kita melewati sebuah masalah bersama orang-orang terdekat, tapi kata-kata seseorang menyadarkanku bahwa kita tidak bisa bergantung selamanya pada seseorang, karena setiap orang memiliki masalah masing-masing dan setiap orang memiliki batas kemampuan. Disaat aku begantung pada seseorang dan dia ternyata tidak mampu menjadi sandaraan, aku akan jauh lebih terpuruk lagi.
Kita tidak bisa menebak isi hati seseorang, sekarang banyak orang yang tersenyum di dalam tangisnya. Didepan terlihat manis tapi di belakang berperilaku sangat sadis, Kadang apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan, karena setiap orang tercipta dengan kemampuan akting yang sangat handal. setiap orang bisa saja terlihat nyaman padahal dalam hatinya dia merasa kesal.
Mungkin hanya aku saja yang bodoh dan belum bisa mengerti isi hati dan watak sesungguhnya dari orang-orang disekitarku.
Tanpa aku sadari masih banyak orang di luar sana yang lebih terpuruk dan mempunyai masalah yang jauh lebih rumit dari apa yang aku rasakan saat ini. Lari tidak akan menyelsaikan masalah, kita hanya akan berjalan berputar dan kembali ke depan pintu yang sama dan tetap tidak akan bisa membuka pintu itu. Mengahiri hidup bukan pilihan orang yang sehat, mungkin karena saking terpuruknya sampai ada selintas fikiran sejauh itu. Diam hanya akan membuat kita terjebak dan terus merasakan hal yang sama setiap harinya.
Lalu apa yang harus dilakukan ?? Bukan munafik, tapi satu-satunya jalan ya menghadapi masalah itu dengan semampu kita. Terlepas apakah kita dapat melaluinya dengan baik atau mungkin akan gagal setidaknya kita sudah mencoba dan mendapatkan hasilnya.
Memang akan lebih mudah jika kita melewati sebuah masalah bersama orang-orang terdekat, tapi kata-kata seseorang menyadarkanku bahwa kita tidak bisa bergantung selamanya pada seseorang, karena setiap orang memiliki masalah masing-masing dan setiap orang memiliki batas kemampuan. Disaat aku begantung pada seseorang dan dia ternyata tidak mampu menjadi sandaraan, aku akan jauh lebih terpuruk lagi.
Kita tidak bisa menebak isi hati seseorang, sekarang banyak orang yang tersenyum di dalam tangisnya. Didepan terlihat manis tapi di belakang berperilaku sangat sadis, Kadang apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan, karena setiap orang tercipta dengan kemampuan akting yang sangat handal. setiap orang bisa saja terlihat nyaman padahal dalam hatinya dia merasa kesal.
Mungkin hanya aku saja yang bodoh dan belum bisa mengerti isi hati dan watak sesungguhnya dari orang-orang disekitarku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar