TUGAS
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kelas
Week End
STIE
PASUNDAN BANDUNG

BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi di dunia
sudah semakin cepat dan mulai menjadi kebutuhan bagi setiap individu dalam
menjalani kehidupan sehari-hari. Berbagai macam jenis teknologi baru telah
dibuat oleh tangan-tangan manusia dengan tujuan untuk membantu pekerjaan manusia
menjadi lebih mudah dan efisien. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang
sudah diterapkan di negara kita, diantaranya adalah e-Toll. Enam
tahun yang lalu ketika akan memasuki jalan tol di ibukota, kita harus membayar
sekian rupiah kepada penjaga pintu tol. Akan tetapi saat ini mulai
disosialisasikan penggunaan e-Toll Card sebagai media pembayaran
jasa jalan tol.
E-Toll Card merupakan kartu prabayar contactless smartcard yang
sudah bekerja sama dengan beberapa operator jalan tol dan bank. Kartu ini dapat
membantu para pengguna jalan tol untuk semakin mempermudah ketika melewati
loket pembayaran tol. Membayar tol menjadi lebih mudah dan praktis, karena
tanpa uang receh ataupun uang kembalian. Sehingga transaksi di pintu loket
pembayaran tol dapat lebih efektif dan efisien dalam menghemat waktu. Tidak
menutup kemungkinan bahwa teknologi ini akan terus berkembang dan dapat
diterapkan pada industri mobile, sehingga melahirkan aplikasi-aplikasi pada
smartphone atau tablet pc. Kita dapat melihat betapa canggihnya perkembangan
teknologi dimasa mendatang, karena manusia terus produktif dengan menghasilkan
produk yang kreatif dan inovatif.
Disamping itu, saat ini dapat kita
rasakan betapa teknologi kian marak di dunia dan mulai menjadi suatu kebutuhan.
Beragam aplikasi mobile yang diciptakan, mulai dari aplikasi yang dibuat oleh
negara-negara lain, sampai aplikasi lokal yang dihasilkan oleh anak bangsa
dapat bersaing didunia teknologi mobile. Mungkin beberapa paparan tersebut
merupakan sebagian kecil dari perkembangan teknologi yang bisa menjadi landasan
untuk memprediksi seperti apa perkembangan teknologi di kemudian hari. Tentunya
teknologi akan terus berkembang, dan diharapkan dapat mengatasi problem-problem
dalam kehidupan terkait dengan masalah teknologi. Untuk itu, kami mengangkat “e-Toll”
sebagai bahan kajian dari studi kasus penerapan Teknologi Informasi pada bidang
bisnis.
Penerapan teknologi sangat
tergantung kepada pemahaman Sumber Daya Manusia-nya, seberapa mereka mampu
mengelola dan mengkoordinasikan hasil teknologi yang dibuat. Karena tidak semua
masyarakat mengerti manfaat dan kemudahan penggunaan e-Toll
Card. Berikut akan kami paparkan lebih dalam mengenai “e-Toll” sebagai
teknologi yang mulai diterapkan di Indonesia, meskipun belum semua jalan tol
menerapkannya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jalan Tol Manual
Jalan tol, di Indonesia sering disebut sebagai jalan bebas hambatan. Jalan tol
adalah suatu jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, jalan ini
digunakan untuk dapat lebih mempersingkat jarak dan waktu dari satu tempat ke
tempat lain. Untuk dapat menikmati fasilitas jalan bebas hambatan ini, para
pengguna jalan tol harus membayar sesuai dengan nominal uang pada tarif yang
berlaku. Penetapan tarif jalan tol ditetapkan berdasarkan pada tipe golongan
kendaraan yang melewati jalan tersebut, setiap golongan memiliki tarif yang
berbeda. Fasilitas dimana tol dikumpulkan dan dipertemukan dari berbagai jalur
disebut sebagai pintu tol, rumah tol, plaza tol, sedangkan di Indonesia lebih
dikenal sebagai gerbang tol.
Jalan tol dihubungkan dengan satu
loket pembayaran, dimana para pengguna harus membayarkan sejumlah biaya untuk
dapat menikmati jalur tol lainnya. Jalan tol hanya diperuntukan bagi kendaraan
roda empat (4) atau lebih, sehingga pada jalur ini kita tidak akan menemui
sepeda motor. Maka dapat dipastikan, para penggunanya mengendarai dengan
kecepatan lebih dibanding pada jalan raya biasa. Jalan tol manual tidak
memerluhkan infrastruktur yang canggih atau khusus, melainkan cukup
menempatakan manusia sebagai operator pembayarannya.
2.1.1 Mekanisme Proses Bisnis Jalan Tol Manual
Mekanisme proses bisnis pada
pembayaran Jalan Tol Manual adalah :
* Pengguna memasuki jalan tol dari jalur khusus yang diperuntukkan
bagi pengendara yang ingin menggunakan jalan tol.
* Tahap pertama yang harus dilakukan pengguna adalah
mengambil kartu khusus sebagai identifikasi awal dari mana pengendara mengambil
jalur tolnya. Kartu ini tersedia pada setiap gerbang tol, petugas telah
menyediakan kartu untuk diberikan kepada setiap kendaraan yang melewati gardu
tersebut.
* Berikutnya adalah pengguna mengambil jalur tol yang
disediakan, ketika sampai pada loket pembayaran maka pengguna jalan harus
membayarkan sejumlah nominal sesuai tarifnya. Di dalam loket pembayaran yang
telah siap dengan seorang petugas untuk melayani dan menerima pembayaran.
* Setelah terjadi transaksi, petugas keuangan akan
menyerahkan hasil pembayaran jasa tol kepada pihak keuangan dari operator
penyedia jalan tol.
* Pihak keuangan yang telah menerima uang dari petugas
loket pembayaran akan mengalokasikan pendapatannnya untuk dikelola kembali.
Contoh pembayaran manual
Jalan tol saat ini telah berkembang
dengan berbagai fitur teknologi yang semakin canggih dan digital. Dahulu kita
megenal jalan tol hanya satu yaitu Jalan Tol Manual, tetapi saat ini jalan tol
telah berinovasi dengan teknologi menjadi e-Toll. Pihak operator
jalan tol bekerja sama dengan lembaga keuangan lain untuk menyediakan fasilitas
e-Toll yang lebih modern.
2.2.1 Mekanisme proses e-Toll
e-Toll
adalah kartu elektronik yang digunkan untuk membayar biaya masuk jalan tol di
sebagian daerah Indonesia. Pengguna e-toll hanya perlu menempelkan kartu untuk
membayar uang tol dalam waktu 4 detik, lebih cepat dibandingkan bila membayar
secara tunai yang membutuhkan waktu 7 detik. Penggunaan e-toll juga mengurangi
biaya operasional karena hanya diperlukan biaya untuk mengumpulkan, menyetor,
dan memindahkan uang tunai dari dan ke bank. Selain menjadi langkah awal dalam
modernisasi pengumpulan uang, penggunaan e-toll juga dimaksudkan untuk
mengurangi pelanggaran (moral hazard) karena petugas tol tidak menerima pembayaran
secara langsung.
Kartu ini dikeluarkan oleh kerjasama
PT Jasa Marga Tbk, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, Bank Mandiri, dan PT
Marga Mandala Sakti. Pada tahap awal (Januari 2009), kartu ini hanya dapat
digunakan di tiga jalur tol yaitu Cawang – Tomang – Cengkareng, Cawang –
Tanjung Priok – Pluit, dan Cikupa – Merak. Rencanakan, kartu ini akan
diaplikasikan untuk pembayaran bahan bakar di pom bensin dan sebagai alat
pembayaran di area peristirahatan (rest area) tol.
2.2 Fitur dan Cara transaksi
Apa yang dimaksud dengan e-Toll Card ?
E-Toll Adalah kartu prabayar
contactless smartcard yang diterbitkan oleh Bank Mandiri bekerja sama dengan
Operator Tol. Saat ini operator tol yang telah bekerja sama yaitu Jasa Marga,
Cipta Marga Nusaphala Persada, Marga Mandala Sakti dan Jalan tol Lingkar Luar
Jakarta (JLJ).
e-Toll Card digunakan untuk transaksi pemabayaran
tol dan selanjutnya dapat digunakan untuk transaksi di luar merchant tol.
Jika kita ingin bertransaksi via
mendiri internet langkahnya adalah sebagai berikut :
- Anda harus memiliki rekening Mandiri Tabungan/Mandiri Giro.
- Anda harus terdaftar sebagai user mandiri internet (pendaftaran melalui ATM/Cabang).
- Setelah Pendaftaran di ATM/Cabang lakukan pembuatan USER ID & Password di website Bank Mandiri (menu aktivasi pengguna baru).
- Anda harus mempunyai Token Mandiri (diperoleh melalui cabang).
Apa sajakah fitur-fitur e-Toll Card ?
Fitur e-Toll antara lain adalah sebagai pengganti
uang cash untuk transaksi pembayaran tol, kartu dapat dipindahkan, saldo
terdapat di kartu, dapat diisi ulang, memiliki saldo maksimal Rp. 1 juta dan
saldo minimal Rp. 10 ribu.
Apa manfaat e-Toll Card bagi pemegang kartu ?
Sebagai pengganti uang tunai
Transaksi pembayaran tol lebih cepat
dibandingkan dengan menggunakan cash
Dapat digunakan untuk transaksi di luar merchant
tol (Indomaret, SPBU, beberapa mechant F&B, dsb)
Berapa nilai perdana yang terdapat pada e-Toll Card ?
apabila pembelian dilakukan di Cabang Mandiri,
outlet Indomaret di wilayah Jabodetabek, dan dkantor-kantor Operator Tol
tertentu, denominasi kartu perdana bernilai Rp. 0 (nol) dan harus langsung
diisi ulang dengan niali minimum Rp. 100 ribu.
Dimanakah saya dapat membeli e-Toll Card dan mulai kapan dipasarkan untuk umum ?
e-Toll Card dapat dibeli di :
- Seluruh Cabang Bank Mandiri di Jabodetabek
- Outlet Indomaret di wilayah Jabodetabek
- Kantor Gerbang Operator Tol yaitu :
- Kantor gerbang Cililitan (Jasa Marga)
- Kantor gerbang Halim (Jasa Marga)
- Kantor gerbang Kapuk (Jasa Marga)
- Kantor gerbang Cengkareng (Jasa Marga)
- Kantor gerbang Sunter (CMNP)
- Kantor gerbang Serang Timur (MMS)
- Kantor gerbang Merak (MMS)
- Kantor gerbang Cilegon Timur (MMS)
- Kantor gerbang Cilegon Barat (MMS)
e-Tool Card mulai dipasarkan untuk umum sejak
Januari 2009
Bagaimana cara isi ulang (top up) e-Toll Card ?
Nasabah dapat melakukan transaksi isi ulang (top
up) e-Toll Card di EDC mandiri prabayar, e-Banking (mandiri
Internet, mandiri SMS, mandiri ATM) atau
secara tunai di Cabang Bank Mandiri dan seluruh outlet Indomaret.
Khusus untuk transaksi isi ulang (top up)
melalui mandiri e-Banking, Pemegang Kartu harus melakukan
proses Update Saldo di EDC mandiri prabayar,
kecuali di ATM Non-Tunai yang telah dilengkapi reader dapat langsung
meng-update saldo kartu (isi kartu langsung bertambah).
Berapa lama masa berlaku e-Toll Card ?
Tidak ada masa berlaku kartu
Apakah e-Toll Card mempunyai expired date ?
Tidak, namun apabila dalam jangka waktu 12 bulan (1
tahun) kartu tidak digunakan untuk transaksi isi ulang ataupun pembayaran/purchase,
maka Pemegang Kartu akan dikenakan biaya administrasi Rp. 10 ribu (dapat
berubah sesuai ketentuan yang berlaku) pada saat pengaktifan kembali.
Kartu tetap dapat digunakan.
Apakah ada nilai minimum transaksi pembelanjaan dengan menggunakan e-Toll Card ?
Tidak ada minimum transaksi untuk pembelanjaan
dengan e-Toll Card.
Apakah e-Toll Card sudah dapat digunakan di Indomaret dan merchant lainnya ?
Untuk saat ini e-Toll Card sudah dapat digunakan di
SPBU tertentu yang telah bekerjasama dan seluruh outlet Indomaret ataupun merchant
lainnya yang bertanda mandiri prabayar.
Ruas Tol Yang Dapat Menggunakan E-Toll Card
- Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta
- Jalan Tol Tangerang - Merak
- Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Ruas Kembangan - Kp. Rambutan - Semper)
- Jalan Tol Jagorawi (Ruas Cawang - Cibubur)
- Jalan Tol Jakarta - Cikampek (Ruas Cawang - Cikarang Barat)
- Jalan Tol Jakarta - Tangerang
- Jalan Tol Jakarta - Serpong
- Jalan Tol Palimanan - Kanci
- Jalan Tol Semarang
- Jalan Tol Surabaya - Gempol
- Jalan Tol Bali Mandara
Gerbang Tol Utama yang dapat menggunakan E-Toll Card
- Gerbang Tol Cikupa (Jalan Tol Tangerang - Merak)
- Gerbang Tol Merak (Jalan Tol Tangerang - Merak)
- Gerbang Tol Karang Tengah (Jalan Tol Jakarta - Tangerang)
- Gerbang Tol Meruya Utama (Jalan Tol Lingkar Luar)
- Gerbang Tol Dukuh (Jalan Tol Lingkar Luar)
- Gerbang Tol Cikunir (Jalan Tol Lingkar Luar)
- Gerbang Tol Pasar Rebo (Jalan Tol Lingkar Luar)
- Gerbang Tol Tomang (Jalan Tol Jakarta - Tangerang)
- Gerbang Tol Halim (Jalan Tol Jakarta - Cikampek)
- Gerbang Tol Cililitan (Jalan Tol Jagorawi)
- Gerbang Tol Pondok Ranji (Jalan Tol Jakarta - Serpong)
- Gerbang Tol Kapuk (Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo)
- Gerbang Tol Cengkareng (Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatm
2.3 E-toll diluar negri
Pola
kerja e-toll card di indonesia memang agak berbeda dengan sistem
pembayaran tol elektronik ala Amerika, yakni dengan cara memasangi setiap unit
mobil akan dipasang semacam pemancar, yang telah diisikan saldo sejumlah
tertentu, yang setiap melewati pintu tol maka saldo itu akan terpotong atau
berkurang secara otomatis. Dengan memasang semacam transporder di dalam mobil,
dapat ditentukan apakah mobil-mobil yang melintas terdaftar dalam program atau
tidak. Jika terdaftar alat ini akan mendebit rekening secara elektronik tanpa harus
menghentikan mobil atau membuka jendela. Sedangkan bagi kendaraan yang belum
tedaftar alam akan berbunyi. Tak berbeda dengan di Amerika, di Malaysia, sistem
serupa juga diterapkan dengan mengadopsi dua sistem sekaligus, yakni SmartTAG
dan Touch’n Go. Pada prinsipnya SmartTAG serupa dengan apa yang diterapkan di
Amerika: sebuah alat dan sistem pembayaran elektronik dalam kendaraan yang
memancarkan data inframerah. Sedangkan, saudaranya Touch ‘n Go (TnG) adalah
kartu pintar (smart card) tanpa sentuh. Selain digunakan sebagai alat
pembayaran, jalan tol kartu ini juga merupakan perintis pengenalan Visa Credit
Card dan MasterCard PayPass di Malaysia. Satu lagi kelebihan Touch n’Go, ia
juga semacam dompet elektronik yang bisa digunakan di semua tempat yang berlogo
Touch ‘n Go. Touch ‘n Go sendiri diluncurkan dua tahun lebih awal dari
SmartTag, yaitu pada tahun 1997.
Teknologi
E-toll Komponen
utama system RFID ini ada tiga yaitu: RFID tag(kita sebut tag,biar lebih
simpel), RFID Reader(reader), bagian pengendali. Cara kerja RFID adalah reader
akan membaca informasi dari tag yang nantinya akan diolah oleh pengendali(
biasanya berupa PC ). Ditinjau dari jenis tagnya, RFID tag ada dua, yaitu tag
aktif dan tag pasif. Tag aktif adalah tag yang memiliki sumber energy sendiri(semacam
ada batterainya), sedangkan tag pasif tidak memiliki sumber energy sendiri.
Jika memakai tag aktif maka tag akan memancarkan gelombang yang nantinya
ditangkap reader. Sedangkan tag pasif hanya seperti pemantul gelombang dari
reader, tetapi sembari memantulkan tag pasif ini akan menyertakan informasi ke
gelombang. Keuntungan tag aktif adalah semakin banyak memori yang dapat
disimpan, namun keterbatasannya tag ini tidak dapat dibuat sekecil mungkin.
Sedangkan tag pasif karena tidak mengadung baterai maka dapat dibuat sekecil
mungkin. Tag pasif inilah yang dapat disuntikkan ke tubuh manusia. RFID reader
dikelompokkan berdasarkan range jangkauan baca tagnya dan juga jenis frekuensi
yang dipakai, apakah itu KHz, MHz, tau GHz. Sedangkan untuk kontrolnya dapat
menggunakan semua jenis software RFID.Kemunculan RFID akhir – akhir ini cukup
menggeser pamor barcode karena beberapa kelebihan yang dimilikinya. RFID reader
dapat membaca RFID tag dalam jumlah banyak bersamaan sedangkan barcode harus
dilakukan scan satu – persatu. RFID tidak mudah rusak sehigga lebih tahan lama,
sedangkan barcode kadang apabila sudah kotor bisa tidak terbaca. Akan tetapi
RFID juga memiliki kekurangan, yaitu biayanya yang relatif mahal dibanding
barcode. Namun kedepannya nanti diharapkan dapat diciptakan RFID dangan biaya
yang lebih murah.
Pengertian RFID
RFID (bahasa
Inggris: Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi
Radio adalah sebuah metode identifikasi
dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder
untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID
adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan
tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang
radio. Label
RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga
beberapa meter
jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem
pembaca kode
batang (bahasa Inggris: barcode).
Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Beberapa ukuran label RFID dapat
mendekati ukuran sekecil butir beras.
2.4 Kelebihan e-toll
Layanan terhadap
pengguna e-toll card melalui pengembangan layanan gardu tol otomatis (GTO) yang
memberikan kecepatan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi e-toll card.
Waktu transaksi di gardu tol akan lebih cepat atau efisien tanpa harus
berinteraksi dengan petugas tol. Bahkan pengemudi tidak perlu menghentikan
mobil pada saat melakukan transaksi pembayaran tarif tol dengan e-Toll Card,
hanya saja si pengemudi bisa memperlambat kecepatan mobilnya. Jika transaksi di
gardu tol dengan sistem terbuka pembayaran dengan uang tunai dibutuhkan waktu
sekitar tujuh detik, maka dengan menggunakan e- Toll Card ini bisa kurang dari
empat detik. Dengan layanan e-Toll Card ini diharap akan mempercepat pembayaran
dan bisa menyingkat waktu sehingga antrean panjang disekitar gerbang tol tidak
terjadi lagi seperti biasanya
2.5 Kekurangan e-toll
Penggunaan kartu
e-toll ini masih ada kelemahan yaitu diterbitkan oleh pihak bank dengan sistem
prabayar, memiliki nilai minimum nominal dan hanya bisa dipergunakan pada
beberapa ruas. Pelayanan antara konsumen pengguna e- toll dan pembayaran tunai
pun masih dalam antrian yang sama, sehingga dampaknya belum terlalu terasa.
Secara konstruksi hukum pun hubungan antara operator dengan pihak penerbit
kartu e-toll, dalam hal ini pihak bank merupakan hubungan kerjasama dalam hal
pembayaran.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Kemajuan dan penerapan penggunaan teknologi memiliki keuntungan dan kerugiannya
masing – masing, tergantung pada kita yang melihatnya dari sudut pandang yang
seperti apa dan kita sebagai apa (pengguna atau pengelola). Namun kemajuan
teknologi seperti penerapan e-Toll ini tentunya lebih mengarah
pada keuntungan yang akan kita rasakan bersama meskipun penerapannya masih
belum maksimal. Di Indonesia, penerapan sistem e-Toll masih jauh
tertinggal jika dibandingkan dengan negara – negara tetangga kita seperti
Malaysia, Singapura bahkan negara berkembang seperti India apalagi dengan
negara – negara maju.
Masyarakat Indonesia perlu diberikan sosialisasi mengenai pentingnya
pengetahuan dan pemanfaatan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. Karena saat ini
perkembangan teknologi kian pesat dan telah membawa perubahan pada arus
modernisasi, akan tetapi pada masyarakat Indonesia sendiri masih samar mengenai
teknologi. Kebanyakan dari mereka hanya mampu menggunakan sebisanya, tanpa
mengetahui tata cara dan manfaat dari suatu teknologi yang mereka miliki. Untuk
e-Toll sendiri, masyarakat awam mungkin tidak mengetahuinya
karena mereka terbiasa dengan pembayaran jasa tol secara manual. Hal ini akan
menyebabkan e-Toll sendiri tidak akan berfungsi dengan baik,
karena masih terdapat masyarakat yang menggunakan cara manual dan enggan
menjadi member e-Toll.
3.2 Saran
Pemerintah telah memberikan suatu kebijakan sebagai satu solusi, tinggal
bagaimana masyarakat menerima dan memelihara fasilitas yang telah ada. Operator
penyedia jasa jalan tol harus lebih mampu menjalankan sistem teknologi ini agar
lebih dikenal masyarakat dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik.
Peningkatan pelayanan sangat diperluhkan untuk mendukung penggunaan sarana e-Toll
menjadi lebih tersosialisasi, karena manfaat e-Toll dapat
bermanfaat bagi kita semua. Pemeliharaan sistem juga sangat diperlukan untuk
pengawasan dan mengurangi risiko kesalahan teknis yang mungkin dapat terjadi
dalam penerapan sistem e-Toll. Pemahaman masyarakat mengenai e-Toll
sebagai alat keuntungan bisnis semata harus diubah menjadi “e-Toll adalah
teknologi yang bermanfaat bagi semua masyarakat, bukan hanya pengusaha, BUMN,
Bank, dan pihak-pihak terkait.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar