Sabtu, 22 Agustus 2015

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT E-TOLL



TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kelas Week End
STIE PASUNDAN BANDUNG
Description: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTSbymbNOUkUym6jf7U2y6dUl_VJ3LLrO1HKvwIK74375xAMJ5V7qfV9A








BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi di dunia sudah semakin cepat dan mulai menjadi kebutuhan bagi setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Berbagai macam jenis teknologi baru telah dibuat oleh tangan-tangan manusia dengan tujuan untuk membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan efisien. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang sudah diterapkan di negara kita, diantaranya adalah e-Toll. Enam tahun yang lalu ketika akan memasuki jalan tol di ibukota, kita harus membayar sekian rupiah kepada penjaga pintu tol. Akan tetapi saat ini mulai disosialisasikan penggunaan e-Toll Card sebagai media pembayaran jasa jalan tol.
E-Toll Card merupakan kartu prabayar contactless smartcard yang sudah bekerja sama dengan beberapa operator jalan tol dan bank. Kartu ini dapat membantu para pengguna jalan tol untuk semakin mempermudah ketika melewati loket pembayaran tol. Membayar tol menjadi lebih mudah dan praktis, karena tanpa uang receh ataupun uang kembalian. Sehingga transaksi di pintu loket pembayaran tol dapat lebih efektif dan efisien dalam menghemat waktu. Tidak menutup kemungkinan bahwa teknologi ini akan terus berkembang dan dapat diterapkan pada industri mobile, sehingga melahirkan aplikasi-aplikasi pada smartphone atau tablet pc. Kita dapat melihat betapa canggihnya perkembangan teknologi dimasa mendatang, karena manusia terus produktif dengan menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif.
Disamping itu, saat ini dapat kita rasakan betapa teknologi kian marak di dunia dan mulai menjadi suatu kebutuhan. Beragam aplikasi mobile yang diciptakan, mulai dari aplikasi yang dibuat oleh negara-negara lain, sampai aplikasi lokal yang dihasilkan oleh anak bangsa dapat bersaing didunia teknologi mobile. Mungkin beberapa paparan tersebut merupakan sebagian kecil dari perkembangan teknologi yang bisa menjadi landasan untuk memprediksi seperti apa perkembangan teknologi di kemudian hari. Tentunya teknologi akan terus berkembang, dan diharapkan dapat mengatasi problem-problem dalam kehidupan terkait dengan masalah teknologi. Untuk itu, kami mengangkat “e-Toll” sebagai bahan kajian dari studi kasus penerapan Teknologi Informasi pada bidang bisnis.
Penerapan teknologi sangat tergantung kepada pemahaman Sumber Daya Manusia-nya, seberapa mereka mampu mengelola dan mengkoordinasikan hasil teknologi yang dibuat. Karena tidak semua masyarakat mengerti manfaat dan kemudahan penggunaan  e-Toll  Card. Berikut akan kami paparkan lebih dalam mengenai “e-Toll” sebagai teknologi yang mulai diterapkan di Indonesia, meskipun belum semua jalan tol menerapkannya.




























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Jalan Tol Manual
            Jalan tol, di Indonesia sering disebut sebagai jalan bebas hambatan. Jalan tol adalah suatu jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, jalan ini digunakan untuk dapat lebih mempersingkat jarak dan waktu dari satu tempat ke tempat lain. Untuk dapat menikmati fasilitas jalan bebas hambatan ini, para pengguna jalan tol harus membayar sesuai dengan nominal uang pada tarif yang berlaku. Penetapan tarif jalan tol ditetapkan berdasarkan pada tipe golongan kendaraan yang melewati jalan tersebut, setiap golongan memiliki tarif yang berbeda. Fasilitas dimana tol dikumpulkan dan dipertemukan dari berbagai jalur disebut sebagai pintu tol, rumah tol, plaza tol, sedangkan di Indonesia lebih dikenal sebagai gerbang tol.
Jalan tol dihubungkan dengan satu loket pembayaran, dimana para pengguna harus membayarkan sejumlah biaya untuk dapat menikmati jalur tol lainnya. Jalan tol hanya diperuntukan bagi kendaraan roda empat (4) atau lebih, sehingga pada jalur ini kita tidak akan menemui sepeda motor. Maka dapat dipastikan, para penggunanya mengendarai dengan kecepatan lebih dibanding pada jalan raya biasa. Jalan tol manual tidak memerluhkan infrastruktur yang canggih atau khusus, melainkan cukup menempatakan manusia sebagai operator pembayarannya.

2.1.1 Mekanisme Proses Bisnis Jalan Tol Manual
Mekanisme proses bisnis pada pembayaran Jalan Tol Manual adalah :
* Pengguna memasuki jalan tol dari jalur khusus yang diperuntukkan bagi pengendara yang ingin menggunakan jalan tol.
* Tahap pertama yang harus dilakukan pengguna adalah mengambil kartu khusus sebagai identifikasi awal dari mana pengendara mengambil jalur tolnya. Kartu ini tersedia pada setiap gerbang tol, petugas telah menyediakan kartu untuk diberikan kepada setiap kendaraan yang melewati gardu tersebut.
* Berikutnya adalah pengguna mengambil jalur tol yang disediakan, ketika sampai pada loket pembayaran maka pengguna jalan harus membayarkan sejumlah nominal sesuai tarifnya. Di dalam loket pembayaran yang telah siap dengan seorang petugas untuk melayani dan menerima pembayaran.
* Setelah terjadi transaksi, petugas keuangan akan menyerahkan hasil pembayaran jasa tol kepada pihak keuangan dari operator penyedia jalan tol.
* Pihak keuangan yang telah menerima uang dari petugas loket pembayaran akan mengalokasikan pendapatannnya untuk dikelola kembali.
Contoh pembayaran manual

Jalan tol saat ini telah berkembang dengan berbagai fitur teknologi yang semakin canggih dan digital. Dahulu kita megenal jalan tol hanya satu yaitu Jalan Tol Manual, tetapi saat ini jalan tol telah berinovasi dengan teknologi menjadi e-Toll. Pihak operator jalan tol bekerja sama dengan lembaga keuangan lain untuk menyediakan fasilitas e-Toll yang lebih modern.

2.2.1 Mekanisme proses e-Toll
     e-Toll adalah kartu elektronik yang digunkan untuk membayar biaya masuk jalan tol di sebagian daerah Indonesia. Pengguna e-toll hanya perlu menempelkan kartu untuk membayar uang tol dalam waktu 4 detik, lebih cepat dibandingkan bila membayar secara tunai yang membutuhkan waktu 7 detik. Penggunaan e-toll juga mengurangi biaya operasional karena hanya diperlukan biaya untuk mengumpulkan, menyetor, dan memindahkan uang tunai dari dan ke bank. Selain menjadi langkah awal dalam modernisasi pengumpulan uang, penggunaan e-toll juga dimaksudkan untuk mengurangi pelanggaran (moral hazard) karena petugas tol tidak menerima pembayaran secara langsung.
Kartu ini dikeluarkan oleh kerjasama PT Jasa Marga Tbk, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, Bank Mandiri, dan PT Marga Mandala Sakti. Pada tahap awal (Januari 2009), kartu ini hanya dapat digunakan di tiga jalur tol yaitu Cawang – Tomang – Cengkareng, Cawang – Tanjung Priok – Pluit, dan Cikupa – Merak. Rencanakan, kartu ini akan diaplikasikan untuk pembayaran bahan bakar di pom bensin dan sebagai alat pembayaran di area peristirahatan (rest area) tol.



2.2 Fitur dan Cara transaksi

Apa yang dimaksud dengan e-Toll Card ?

E-Toll Adalah kartu prabayar contactless smartcard yang diterbitkan oleh Bank Mandiri bekerja sama dengan Operator Tol. Saat ini operator tol yang telah bekerja sama yaitu Jasa Marga, Cipta Marga Nusaphala Persada, Marga Mandala Sakti dan Jalan tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ).
e-Toll Card digunakan untuk transaksi pemabayaran tol dan selanjutnya dapat digunakan untuk transaksi di luar merchant tol.
Jika kita ingin bertransaksi via mendiri internet langkahnya adalah sebagai berikut :
  • Anda harus memiliki rekening Mandiri Tabungan/Mandiri Giro.
  • Anda harus terdaftar sebagai user mandiri internet (pendaftaran melalui ATM/Cabang).
  • Setelah Pendaftaran di ATM/Cabang lakukan pembuatan USER ID & Password di website Bank Mandiri (menu aktivasi pengguna baru).
  • Anda harus mempunyai Token Mandiri (diperoleh melalui cabang).

Apa sajakah fitur-fitur e-Toll Card ?

Fitur e-Toll antara lain adalah sebagai pengganti uang cash untuk transaksi pembayaran tol, kartu dapat dipindahkan, saldo terdapat di kartu, dapat diisi ulang, memiliki saldo maksimal Rp. 1 juta dan saldo minimal Rp. 10 ribu.

Apa manfaat e-Toll Card bagi pemegang kartu ?

  Sebagai pengganti uang tunai
  Transaksi pembayaran tol lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan cash
  Dapat digunakan untuk transaksi di luar merchant tol (Indomaret, SPBU, beberapa mechant F&B, dsb)

Berapa nilai perdana yang terdapat pada e-Toll Card ?

apabila pembelian dilakukan di Cabang Mandiri, outlet Indomaret di wilayah Jabodetabek, dan dkantor-kantor Operator Tol tertentu, denominasi kartu perdana bernilai Rp. 0 (nol) dan harus langsung diisi ulang dengan niali minimum Rp. 100 ribu.

Dimanakah saya dapat membeli e-Toll Card dan mulai kapan dipasarkan untuk umum ?

e-Toll Card dapat dibeli di :
  1. Seluruh Cabang Bank Mandiri di Jabodetabek
  2. Outlet Indomaret di wilayah Jabodetabek
  3. Kantor Gerbang Operator Tol yaitu :
    • Kantor gerbang Cililitan (Jasa Marga)
    • Kantor gerbang Halim (Jasa Marga)
    • Kantor gerbang Kapuk (Jasa Marga)
    • Kantor gerbang Cengkareng (Jasa Marga)
    • Kantor gerbang Sunter (CMNP)
    • Kantor gerbang Serang Timur (MMS)
    • Kantor gerbang Merak (MMS)
    • Kantor gerbang Cilegon Timur (MMS)
    • Kantor gerbang Cilegon Barat (MMS)
e-Tool Card mulai dipasarkan untuk umum sejak Januari 2009

Bagaimana cara isi ulang (top up) e-Toll Card ?

Nasabah dapat melakukan transaksi isi ulang (top up) e-Toll Card di EDC mandiri prabayar, e-Banking (mandiri Internet, mandiri SMS, mandiri ATM) atau secara tunai di Cabang Bank Mandiri dan seluruh outlet Indomaret.
Khusus untuk transaksi isi ulang (top up) melalui mandiri e-Banking, Pemegang Kartu harus melakukan proses Update Saldo di EDC mandiri prabayar, kecuali di ATM Non-Tunai yang telah dilengkapi reader dapat langsung meng-update saldo kartu (isi kartu langsung bertambah).

Berapa lama masa berlaku e-Toll Card ?

Tidak ada masa berlaku kartu

Apakah e-Toll Card mempunyai expired date ?

Tidak, namun apabila dalam jangka waktu 12 bulan (1 tahun) kartu tidak digunakan untuk transaksi isi ulang ataupun pembayaran/purchase, maka Pemegang Kartu akan dikenakan biaya administrasi Rp. 10 ribu (dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku) pada saat pengaktifan kembali.
Kartu tetap dapat digunakan.

Apakah ada nilai minimum transaksi pembelanjaan dengan menggunakan e-Toll Card ?

Tidak ada minimum transaksi untuk pembelanjaan dengan e-Toll Card.

Apakah e-Toll Card sudah dapat digunakan di Indomaret dan merchant lainnya ?

Untuk saat ini e-Toll Card sudah dapat digunakan di SPBU tertentu yang telah bekerjasama dan seluruh outlet Indomaret ataupun merchant lainnya yang bertanda mandiri prabayar.
Ruas Tol Yang Dapat Menggunakan E-Toll Card
  • Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta
  • Jalan Tol Tangerang - Merak
  • Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Ruas Kembangan - Kp. Rambutan - Semper)
  • Jalan Tol Jagorawi (Ruas Cawang - Cibubur)
  • Jalan Tol Jakarta - Cikampek (Ruas Cawang - Cikarang Barat)
  • Jalan Tol Jakarta - Tangerang
  • Jalan Tol Jakarta - Serpong
  • Jalan Tol Palimanan - Kanci
  • Jalan Tol Semarang
  • Jalan Tol Surabaya - Gempol
  • Jalan Tol Bali Mandara
Gerbang Tol Utama yang dapat menggunakan E-Toll Card
  • Gerbang Tol Cikupa (Jalan Tol Tangerang - Merak)
  • Gerbang Tol Merak (Jalan Tol Tangerang - Merak)
  • Gerbang Tol Karang Tengah (Jalan Tol Jakarta - Tangerang)
  • Gerbang Tol Meruya Utama (Jalan Tol Lingkar Luar)
  • Gerbang Tol Dukuh (Jalan Tol Lingkar Luar)
  • Gerbang Tol Cikunir (Jalan Tol Lingkar Luar)
  • Gerbang Tol Pasar Rebo (Jalan Tol Lingkar Luar)
  • Gerbang Tol Tomang (Jalan Tol Jakarta - Tangerang)
  • Gerbang Tol Halim (Jalan Tol Jakarta - Cikampek)
  • Gerbang Tol Cililitan (Jalan Tol Jagorawi)
  • Gerbang Tol Pondok Ranji (Jalan Tol Jakarta - Serpong)
  • Gerbang Tol Kapuk (Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo)
  • Gerbang Tol Cengkareng (Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatm
2.3 E-toll diluar negri

      Pola kerja e-toll card di indonesia  memang agak berbeda dengan sistem pembayaran tol elektronik ala Amerika, yakni dengan cara memasangi setiap unit mobil akan dipasang semacam pemancar, yang telah diisikan saldo sejumlah tertentu, yang setiap melewati pintu tol maka saldo itu akan terpotong atau berkurang secara otomatis. Dengan memasang semacam transporder di dalam mobil, dapat ditentukan apakah mobil-mobil yang melintas terdaftar dalam program atau tidak. Jika terdaftar alat ini akan mendebit rekening secara elektronik tanpa harus menghentikan mobil atau membuka jendela. Sedangkan bagi kendaraan yang belum tedaftar alam akan berbunyi. Tak berbeda dengan di Amerika, di Malaysia, sistem serupa juga diterapkan dengan mengadopsi dua sistem sekaligus, yakni SmartTAG dan Touch’n Go. Pada prinsipnya SmartTAG serupa dengan apa yang diterapkan di Amerika: sebuah alat dan sistem pembayaran elektronik dalam kendaraan yang memancarkan data inframerah. Sedangkan, saudaranya Touch ‘n Go (TnG) adalah kartu pintar (smart card) tanpa sentuh. Selain digunakan sebagai alat pembayaran, jalan tol kartu ini juga merupakan perintis pengenalan Visa Credit Card dan MasterCard PayPass di Malaysia. Satu lagi kelebihan Touch n’Go, ia juga semacam dompet elektronik yang bisa digunakan di semua tempat yang berlogo Touch ‘n Go. Touch ‘n Go sendiri diluncurkan dua tahun lebih awal dari SmartTag, yaitu pada tahun 1997.
Teknologi E-toll Komponen utama system RFID ini ada tiga yaitu: RFID tag(kita sebut tag,biar lebih simpel), RFID Reader(reader), bagian pengendali. Cara kerja RFID adalah reader akan membaca informasi dari tag yang nantinya akan diolah oleh pengendali( biasanya berupa PC ). Ditinjau dari jenis tagnya, RFID tag ada dua, yaitu tag aktif dan tag pasif. Tag aktif adalah tag yang memiliki sumber energy sendiri(semacam ada batterainya), sedangkan tag pasif tidak memiliki sumber energy sendiri. Jika memakai tag aktif maka tag akan memancarkan gelombang yang nantinya ditangkap reader. Sedangkan tag pasif hanya seperti pemantul gelombang dari reader, tetapi sembari memantulkan tag pasif ini akan menyertakan informasi ke gelombang. Keuntungan tag aktif adalah semakin banyak memori yang dapat disimpan, namun keterbatasannya tag ini tidak dapat dibuat sekecil mungkin. Sedangkan tag pasif karena tidak mengadung baterai maka dapat dibuat sekecil mungkin. Tag pasif inilah yang dapat disuntikkan ke tubuh manusia. RFID reader dikelompokkan berdasarkan range jangkauan baca tagnya dan juga jenis frekuensi yang dipakai, apakah itu KHz, MHz, tau GHz. Sedangkan untuk kontrolnya dapat menggunakan semua jenis software RFID.Kemunculan RFID akhir – akhir ini cukup menggeser pamor barcode karena beberapa kelebihan yang dimilikinya. RFID reader dapat membaca RFID tag dalam jumlah banyak bersamaan sedangkan barcode harus dilakukan scan satu – persatu. RFID tidak mudah rusak sehigga lebih tahan lama, sedangkan barcode kadang apabila sudah kotor bisa tidak terbaca. Akan tetapi RFID juga memiliki kekurangan, yaitu biayanya yang relatif mahal dibanding barcode. Namun kedepannya nanti diharapkan dapat diciptakan RFID dangan biaya yang lebih murah.


Pengertian RFID
RFID (bahasa Inggris: Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem pembaca kode batang (bahasa Inggris: barcode).
Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Beberapa ukuran label RFID dapat mendekati ukuran sekecil butir beras.
2.4 Kelebihan e-toll
    Layanan terhadap pengguna e-toll card melalui pengembangan layanan gardu tol otomatis (GTO) yang memberikan kecepatan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi e-toll card. Waktu transaksi di gardu tol akan lebih cepat atau efisien tanpa harus berinteraksi dengan petugas tol. Bahkan pengemudi tidak perlu menghentikan mobil pada saat melakukan transaksi pembayaran tarif tol dengan e-Toll Card, hanya saja si pengemudi bisa memperlambat kecepatan mobilnya. Jika transaksi di gardu tol dengan sistem terbuka pembayaran dengan uang tunai dibutuhkan waktu sekitar tujuh detik, maka dengan menggunakan e- Toll Card ini bisa kurang dari empat detik. Dengan layanan e-Toll Card ini diharap akan mempercepat pembayaran dan bisa menyingkat waktu sehingga antrean panjang disekitar gerbang tol tidak terjadi lagi seperti biasanya

2.5 Kekurangan e-toll 
    Penggunaan kartu e-toll ini masih ada kelemahan yaitu diterbitkan oleh pihak bank dengan sistem prabayar, memiliki nilai minimum nominal dan hanya bisa dipergunakan pada beberapa ruas. Pelayanan antara konsumen pengguna e- toll dan pembayaran tunai pun masih dalam antrian yang sama, sehingga dampaknya belum terlalu terasa. Secara konstruksi hukum pun hubungan antara operator dengan pihak penerbit kartu e-toll, dalam hal ini pihak bank merupakan hubungan kerjasama dalam hal pembayaran.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
            Kemajuan dan penerapan penggunaan teknologi memiliki keuntungan dan kerugiannya masing – masing, tergantung pada kita yang melihatnya dari sudut pandang yang seperti apa dan kita sebagai apa (pengguna atau pengelola). Namun kemajuan teknologi seperti penerapan e-Toll ini tentunya lebih mengarah pada keuntungan yang akan kita rasakan bersama meskipun penerapannya masih belum maksimal. Di Indonesia, penerapan sistem e-Toll masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara – negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura bahkan negara berkembang seperti India apalagi dengan negara – negara maju.
            Masyarakat Indonesia perlu diberikan sosialisasi mengenai pentingnya pengetahuan dan pemanfaatan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. Karena saat ini perkembangan teknologi kian pesat dan telah membawa perubahan pada arus modernisasi, akan tetapi pada masyarakat Indonesia sendiri masih samar mengenai teknologi. Kebanyakan dari mereka hanya mampu menggunakan sebisanya, tanpa mengetahui tata cara dan manfaat dari suatu teknologi yang mereka miliki. Untuk e-Toll sendiri, masyarakat awam mungkin tidak mengetahuinya karena mereka terbiasa dengan pembayaran jasa tol secara manual. Hal ini akan menyebabkan e-Toll sendiri tidak akan berfungsi dengan baik, karena masih terdapat masyarakat yang menggunakan cara manual dan enggan menjadi member e-Toll.
3.2 Saran
            Pemerintah telah memberikan suatu kebijakan sebagai satu solusi, tinggal bagaimana masyarakat menerima dan memelihara fasilitas yang telah ada. Operator penyedia jasa jalan tol harus lebih mampu menjalankan sistem teknologi ini agar lebih dikenal masyarakat dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Peningkatan pelayanan sangat diperluhkan untuk mendukung penggunaan sarana e-Toll menjadi lebih tersosialisasi, karena manfaat e-Toll dapat bermanfaat bagi kita semua. Pemeliharaan sistem juga sangat diperlukan untuk pengawasan dan mengurangi risiko kesalahan teknis yang mungkin dapat terjadi dalam penerapan sistem e-Toll. Pemahaman masyarakat mengenai e-Toll sebagai alat keuntungan bisnis semata harus diubah menjadi “e-Toll adalah teknologi yang bermanfaat bagi semua masyarakat, bukan hanya pengusaha, BUMN, Bank, dan pihak-pihak terkait.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar